Batik adalah Bendera Indonesia

Presiden SBY resmi membuka World Batik Summit di JCC, Rabu (28/9) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY resmi membuka World Batik Summit di JCC, Rabu (28/9) pagi. (foto: abror/presidensby.info)

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono membuka Pertemuan Puncak Batik Sedunia atau World Batik Summit (WBS), di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (28/9) pagi. Summit ini sendiri akan berlangsung enam hari hingga 2 Oktober mendatang.

Acara dibuka dengan penyampaian laporan Ketua Panitia Dodi Supardi yang menjelaskan bahwa penyelenggaraan WBS merupakan tindak lanjut dari pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco tahun 2009. “Penyelenggaraan World Batik Summit ini diharapkan dapat membangun antusiasme batik secara internasional dan mendukung praktisi dan para pecinta batik di seluruh,” ujar Dodi.

Perwakilan dari Unesco, Prof Hubert, menyampaikan bahwa pengukuhan batik sebagai salah satu warisan budaya dunia hanyalah salah satu dari banyak sekali warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. “Pengukuhan ini merupakan salah dari empat yang dipunyai Indonesia dalam daftar tersebut, bersama wayang dan keris yang dikukuhkan tahun 2008 dan juga angklung yang dikukuhkan tahun lalu,” kata Hubert.

Sedangkan Joop Ave, pemrakarsa WBS, mengatakan bahwa Indonesia sudah sepantasnya bangga pada batik sebagai identitas Indonesia. “Di manapun di dunia, bendera Indonesia ibaratnya adalah bendera batik,” kata Joop Ave, mantan Menteri Pariwisata. Di tengah-tengah sambutannya Joop Ave mempersilakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu untuk menyerahkan buku batik dan cetak biru pelestarian dan pengembangan batik nasional 2012-2025.

Presiden SBY sendiri memulai sambutannya menyampaikan hal senada dengan Joop Ave bahwa batik identik dengan Indonesia. “Meskipun batik ada di banyak negara, tetapi –saya barangkali subjektif, kalau bicara batik maka lekat dengan seni budaya Indonesia,” ujar Presiden SBY.

Penting bagi Indonesia untuk mengembangkan dan melestarikan batik, bukan hanya dalam konteks sebagai warisan budaya dunia yang bersifat tak benda. “Tetapi mari kita letakkan pula dalam dimensi yang lebih lengkap, meliputi aspek ekonomi, budaya, lingkungan, dan diplomasi,” SBY menejlaskan.

Kepala Negara berharap agar WBS dapat digunakan untuk mencapai tujuan melestarikan dan mengembangkan batik serta membangun dan memperkuat kerja sama dan kemitraan di antara semua pemangku kepentingan, termasuk dengan negara sahabat. “Satu lagi saya titip bahwa semua yang kita lakukan ini akhirnya harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita, termasuk peningkatan penghasilan perajin batik,” SBY menegaskan.

Usai sambutannya, Presiden SBY memukul alat musik bambu sebagai tanda dibukanya WBS, dengan didampingi Menbudpar Jero Wacik, Mendag Mari E Pangestu, dan Joop Ave. Presiden bersama Ibu Ani kemudian berkeliling tempat pameran untuk meninjau hasil-hasil kerajinan batik dari seluruh Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: